Membobol jaringan komputer dan mencuri data bukanlah hal baru. Tumbuhnya pengguna internet membuat data sensitif online makin banyak. Masalah keamanan digital pun kian penting.
Database penyimpan data-data sensitif ini seharusnya memiliki keamanan tinggi. Namun kenyataannya, nama, alamat email, dan detil kartu kredit benar-benar berharga bagi para hacker (peretas) dan spammer yang sering kali mengais-ngais data-data ini.
Terbaru, pembobolan PlayStation Network menjadi salah satu pembobolan terbesar pada bulan-bulan terakhir. Berikut pembobolan-pembobolan lain yang bisa menjadi pelajaran untuk mau melindungi privasi dan keamanan online.
Gawker Media (Desember 2010)
Gawker merupakan salah satu target populer dalam forum dan blog online. Pasalnya, media ini jarang mengamankan data-datanya seperti pada situs-situs komersil. Bahkan, media ini memberi bonus berupa jenis-jenis blog dan komentar.
Serangan pada Gawker Media memaparkan alamat email dan password jutaan komentator blog populer, termasuk Lifehacker, Gizmodo, dan Jezebel. Di luar pembobolan itu sendiri, masalah utamanya adalah, Gawker Media menyimpan password dalam format yang sangat mudah dimengerti hacker (peretas).
Bahkan, terkadang beberapa pengguna menggunakan password yang sama untuk email dan Twitter, dan hanya butuh beberapa jam sebelum peretas membajak akun pengguna kemudian mulai memanfaatkannya untuk mengirim spam.
Menggunakan browser modern, seperti Chrome atau Firefox serta pengelola password, seperti LastPass, hampir bisa secara sepenuhnya memperkecil potensi kerusakan serangan tersebut.