Showing posts with label organisasi. Show all posts
Showing posts with label organisasi. Show all posts

BERANI

0 komentar
Sang Proklamator kita "Ir. Soekarno" pernah bertutur bahwa sukses itu bukan masalah ke-pintar-an, tapi Ke-BERANI-an.

Kalimat pendek tsb di atas masih jelas terngiang ketika pertama kali di ucapkan oleh  seorang anggota Paskibraka di TVRI sekitar tahun 80-an.

Lo kok BERANI yg di utamakan, dan bukan pintarnya ?, percuma dong kepintarakan kita. Ya nggak lah, saya pikir tidak se sempit itu dalam menterjemahkan sebuah pesan yg. Tertuang dalam sebuah kalimat filosofis yg indah.

Kepintaran akan jadi mubadzir ketika kita tidak memiliki ke-Beranian yg cukup untuk :

Membangun Personal Branding

3 komentar

Personal Branding adalah satu hal yang sangat penting, dan syarat utama dalam menunjang kesuksesan seseorang. Apakah anda seorang pengusaha, eksekutif, karyawan, pelajar, mahasiswa, atau pejabat; perlu Personal Branding yang bagus dari diri anda.

Tidak semua orang memiliki Personal Branding yang bagus. Tapi kebanyakan orang sukses pasti memiliki Personal Branding yang bagus. Personal Branding yang terpancar dari diri anda, bisa menjadi positif atau negatif tergantung bagaimana anda ingin menampilkannya.

Personal Branding layaknya “aura” dari dalam diri anda. Orang akan melihat aura itu, dan mempersepsikan tentang diri anda dalam benak mereka. Tentunya anda ingin citra positif yang ada dibenak orang, ketika mereka mempersepsikan anda. Bangunlah citra positif itu!

MANAJEMEN KONFLIK SEBUAH ORGANISAS

0 komentar
Kemajuan-kemajuan di bidang teknologi dan sosial budaya mendorong
perkembangan berbagai aspek kehidupan manusia diantaranya dalam berkumpuldan
hidup berkelompok. Sebagai suatu bentuk kumpulan manusia dengan
katanikatantertentu atau syarat-syarat tertentu, maka organisasi telah pula
berkembangdalam berbagai aspek termasuk ukuran dan kompleksitas.

Semakin besar ukuran suatu organisasi semakin cenderung menjadi kompleks
keadaannya. Kompleksitas ini menyangkut berbagai hal seperti kompleksitas
alur informasi, kompleksitas komunikasi, kompleksitas pembuat keputusan,
kompleksitas pendelegasian wewenang dan sebagainya.

Kompleksitas lain adalah sehubungan dengan sumber daya manusia. Seperti kita
ketahui bahwa sehubungan dengan sumber daya manusia ini dapat diidentifikasi
pula berbagai kompleksitas seperti kompleksitas jabatan, kompleksitas tugas,
kompleksitas kedudukan dan status, kompleksitas hak dan wewenang dan
lain-lain. Kompleksitas ini dapat merupakan sumber potensial untuk timbulnya
konflik dalam organisasi, terutama konflik yang berasal dari sumber daya
manusia, dimana dengan berbagai latar belakang yang berbeda tentu mempunyai
tujuan yang berbeda pula dalam tujuan dan motivasi mereka dalam bekerja.

Seorang pimpinan yang ingin memajukan organisasinya, harus memahami
faktorfaktor apa saja yang menyebabkan timbulnya konflik, baik konflik di
dalam individu maupun konflik antar perorangan dan konflik di dalam kelompok
dan konflik antar kelompok. Pemahaman faktor-faktor tersebut akan lebih
memudahkan tugasnya dalam hal menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dan
menyalurkannya ke arah perkembangan yang positif.

Ketika aku ingin tertawa

4 komentar
Pekerjaan telah membuatku terlena, bukan karena apa tapi karena sebuah tanggung jawab,, walaupun sedikit agak menjengkelkan dengan pekerjaan ittu, setelah semalam suntuk bekerja didepan komputer dan terus bekerja, waktu terus berputar, tanpa peduli mata ini telah redup, bulatan mata semakin tebal, sampai tiba saatnya dimana akhir dari sebuah tugas.
Dimana tugas yang begitu melelahkan dan menjadikan bosan, sekarang saatnya pulang kerumah dan waktunya tidur, namun apa yang terjadi setelah bangun dari tidur berharap badan terasa lebih baik namun sebaliknya badan menjadi tambah capek, tidak tau kenapa apakah aku yang salah tidur atau memang badan yang memang terlalu capek sehingga masuk kedalam sebuah pikiran dan terbawa kedalam tidur. Dengan kondisi semakin capek perasaan juga menjadi semakin sensitif, bermaksud keluar untuk sekedar mencari udara segar dan berharap untuk mendapatkan sedikit senyuman tapi tak kunjung datang senyum itu.

Berbicara Efektif

0 komentar
Pembaca yang berkarir sebagai pengajar, salesman, konsultan atau menduduki jabatan-jabatan yang dalam keseharian memerlukan keterampilan berkomunikasi atau berbicara dengan orang lain dengan tujuan untuk menjual gagasan/ide (baik kepada atasan, rekan ataupun pelanggan), memberi penjelasan, atau memberi instruksi kerja, maka keterampilan berbicara efektif adalah suatu hal yang penting dan perlu dikuasai. Keberhasilan dalam berkarir salah satunya ditentukan juga dari keterampilan berbicara efektif.
Berikut ini langkah-langkah praktis yang mungkin dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan berbicara efektif, sehingga apabila ada kesempatan ditunjuk menjadi pembicara tidak lagi terjadi ‘demam panggung’, tetapi justru menyenangkan dan sukses.
TAHAP PERSIAPAN PEMBICARAAN
Ada 6 hal yang perlu dipersiapkan dalam berbicara efektif, yaitu: mengapa, siapa, di mana, kapan, apa dan bagaimana.
a. Mengapa: Menetapkan Sasaran
•  Hal pertama yang harus jelas dalam pikiran pembicara adalah menetapkan sasaran pembicaraan. Penetapan sasaran sangat membantu pembicara dalam menentukan arah pembicaraan dan juga bermanfaat dalam memilih bahan yang sesuai dengan sasaran.
Pada umumnya sasaran pembicaraan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan, misalnya mengajar atau melakukan presentasi penjualan, dsb.

Asah Empati

0 komentar
by: Eileen Rachman & Sylvina Savitri

Orang-orang bilang, psikolog jagonya berempati. Semestinya memang begitu, tapi tak selamanya juga terjadi. Teman saya, seorang psikolog lulusan universitas terkenal, acap jadi ‘public enemy’, karena tidak terlatihnya dia dalam menangkap sinyal-sinyal sosial di tempat kerjanya. Misalnya saja, dia tidak sadar bahwa beberapa orang di sekitarnya tidak menyukai caranya ‘memerintah’ rekan kerja. Dia pun tidak menyadari perbedaan pendekatannya dengan rekan kerja yang lain menimbulkan rasa tidak nyaman.

Orang yang ‘mati rasa’ seperti ini bisa dikatakan ketinggalan jaman. Ia bakalan tidak laku lagi sebagai profesional, karena perusahaan akan banyak dirugikan dalam investasi sumber daya manusianya jika diisi profesional dengan ‘soft-skills’ tumpul. Orang seperti ini sulit belajar dan sulit membina hubungan. Otomatis komunikasi menjadi sulit dan tidak efektif.

Terkadang ada pendapat bahwa empati tidak dibutuhkan dalam beberapa situasi kerja, misalnya kompetisi. Ada pula pendapat bahwa seorang salesman perlu berdarah dingin dan mempunyai ‘killer instinct’. Realitanya, dalam dunia kerja terkini, kemampuan ‘masuk dalam sepatu orang lain’ diperlukan untuk membaca pikiran dan perasaan orang lain, misalnya saja dalam negosiasi.  Semakin cepat perkembangan bisnis, semakin kita harus pandai membaca emosi dalam ukuran detik. Komunikator yang handal dan peka-lah yang dibutuhkan untuk mendorong proses komunikasi, kerja tim dan kerjasama untuk menunjang penyelesaian proyek dalam waktu yang lebih singkat.

makna sebuah kekompakan

0 komentar
perhatikan gamgar ini,,,


gambar ini adalah sebuah makna dari kekompakan dan kebersamaan,,,. OK
Copyright © Anugrah Krisna Aji @ jokojowo.blogspot